Institut Kesehatan Helvetia Realisasikan Nota Kesepahaman Melalui Kerjasama Dengan Dirjen Binwasnaker & K3 Kemenaker

Medan, 27 Februari 2023, Institut Kesehatan Helvetia (IKH) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan Kementrian Tenaga Kerja Republik Indonesia melalui  Direktorat Bina Kelembagaan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan Dan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan Balai K3 Kota Medan. Kegiatan berlangsung di Hotel Grand Mercure Medan dan ditandatangani langsung oleh Dekan FKM Institut Kesehatan Helvetia serta Dirjen Binwasnaker dan K3 Ibu Dr. Haiyani Rumondang, MA. Perjanjian Kerjasama ini merupakan lanjutan dari Nota Kesepahaman yang sudah ditandatangani Rektor IKH Dr.H. Ismail Efendy, M.Si pada Februari 2023 lalu di Sukabumi Jawab Barat.

Hadir pada kesempatan penandatanganan ini Dirjen Binwasnaker dan K3 Ibu Dr. Haiyani Rumondang, MA, Kepala Disnaker Provinsi Sumatera Utara : Ir. Abdul Haris Lubis, M.Si, Kepala Balai K3 Medan dr. Richard Andreas Harianja yang merupakan ketua panitia pelaksana kegiatan ini. Sementara itu Institut Kesehatan Helvetia diwakili oleh Dekan FKM IKH  Dr. Asriwati, S.Kep., Ns., M.Kes., Kepala Program Studi D4 K3 IKH Khoirotun Najihah, SKM, MKM, dan Kepala Kerjasama LPIKI Rudi Purwana, S.PdI, M.Hum.

Kegiatan penandatanganan MOA/PKS ini merupakan kegiatan utama dalam rangkaian kegiatan Temu Pelanggan Balai K3 Medan yang juga menyajikan kegiatan seminar dengan topik Penerapan Norma dan Budaya K3 guna mendukung keberlangsungan usaha dan perlindungan tenaga kerja, kemudian Peran Pengujian dan Pemeriksaan serta Pelatihan K3 dalam rangka memberi daya dukung pelaksanaan norma dan peningkatan budaya K3 di Perusahaan serta topik dalam upaya perlindungan tenaga kerja dan pencapaian produktivitas. Tentunya topik tersebut disampaikan oleh narasumber yang kompeten pada bidangnya. Kegiatan dilakanakan sejak pagi hingga sore hari.

Dalam sambutannya Dirjen Binwasnaker dan K3 menyampaikan bahwa “Revitalisasi Balai K3 di Medan merupakan prioritas dalam peningkatan pelayanan K3 di Indonesia, merevitalisasi Balai K3 tidak hanya merevitalisasi sarana dan prasarana tetapi juga membangun komitmen dan kepedulian semua pihak termasuk mitra yang hadir dalam kesempatan ini. Hal ini dilakukan aga pelayanan K3 tidak hanya menjadi aturan namun menjadi budaya bagi kita semua”.

Pada kesempatan ini PKS juga dijalin dengan Balai K3 Medan yang nantinya akan menjadi mitra kerjasama dalam bentuk implementasi pengembangan tridharma yang ada di Institut Kesehatan Helvetia. Pada kesempatan Institut Kesehatan Helvetia merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang menandatangani PKS di wilayah Sumatera, sementara inisiasi dan pertemuan untuk realisasi penandatanganan ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2022 antara Dirjen, Balai K3 dengan LPIKI IKH dan Kepala Unit Kerjasama IKH sebelumnya Asrul, S.Pd.I, M.Pd. Hal ini merupakan komitmen Bersama IKH untuk menindaklanjuti seluruh MOU/Nota kesepahaman yang ada di IKH agar berdaya guna dalam meningkatkan peran Tridharma Perguruan tinggi IKH.(RGo)

#SalamSehat
#SobatIKH
#BerinovasiBersinergiBerdampak

Kerjasama
Institut Kesehatan Helvetia Realisasikan Nota Kesepahaman Melalui Kerjasama Dengan Dirjen Binwasnaker & K3 Kemenaker

Medan, 27 Februari 2023, Institut Kesehatan Helvetia (IKH) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan Kementrian Tenaga Kerja Republik Indonesia melalui  Direktorat Bina Kelembagaan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan Dan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan Balai K3 Kota Medan. Kegiatan berlangsung di Hotel Grand Mercure Medan dan ditandatangani langsung oleh Dekan FKM Institut Kesehatan Helvetia serta Dirjen Binwasnaker dan K3 Ibu Dr. Haiyani Rumondang, MA. Perjanjian Kerjasama ini merupakan lanjutan dari Nota Kesepahaman yang sudah ditandatangani Rektor IKH Dr.H. Ismail Efendy, M.Si pada Februari 2023 lalu di Sukabumi Jawab Barat.

Hadir pada kesempatan penandatanganan ini Dirjen Binwasnaker dan K3 Ibu Dr. Haiyani Rumondang, MA, Kepala Disnaker Provinsi Sumatera Utara : Ir. Abdul Haris Lubis, M.Si, Kepala Balai K3 Medan dr. Richard Andreas Harianja yang merupakan ketua panitia pelaksana kegiatan ini. Sementara itu Institut Kesehatan Helvetia diwakili oleh Dekan FKM IKH  Dr. Asriwati, S.Kep., Ns., M.Kes., Kepala Program Studi D4 K3 IKH Khoirotun Najihah, SKM, MKM, dan Kepala Kerjasama LPIKI Rudi Purwana, S.PdI, M.Hum.

Kegiatan penandatanganan MOA/PKS ini merupakan kegiatan utama dalam rangkaian kegiatan Temu Pelanggan Balai K3 Medan yang juga menyajikan kegiatan seminar dengan topik Penerapan Norma dan Budaya K3 guna mendukung keberlangsungan usaha dan perlindungan tenaga kerja, kemudian Peran Pengujian dan Pemeriksaan serta Pelatihan K3 dalam rangka memberi daya dukung pelaksanaan norma dan peningkatan budaya K3 di Perusahaan serta topik dalam upaya perlindungan tenaga kerja dan pencapaian produktivitas. Tentunya topik tersebut disampaikan oleh narasumber yang kompeten pada bidangnya. Kegiatan dilakanakan sejak pagi hingga sore hari.

Dalam sambutannya Dirjen Binwasnaker dan K3 menyampaikan bahwa “Revitalisasi Balai K3 di Medan merupakan prioritas dalam peningkatan pelayanan K3 di Indonesia, merevitalisasi Balai K3 tidak hanya merevitalisasi sarana dan prasarana tetapi juga membangun komitmen dan kepedulian semua pihak termasuk mitra yang hadir dalam kesempatan ini. Hal ini dilakukan aga pelayanan K3 tidak hanya menjadi aturan namun menjadi budaya bagi kita semua”.

Pada kesempatan ini PKS juga dijalin dengan Balai K3 Medan yang nantinya akan menjadi mitra kerjasama dalam bentuk implementasi pengembangan tridharma yang ada di Institut Kesehatan Helvetia. Pada kesempatan Institut Kesehatan Helvetia merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang menandatangani PKS di wilayah Sumatera, sementara inisiasi dan pertemuan untuk realisasi penandatanganan ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2022 antara Dirjen, Balai K3 dengan LPIKI IKH dan Kepala Unit Kerjasama IKH sebelumnya Asrul, S.Pd.I, M.Pd. Hal ini merupakan komitmen Bersama IKH untuk menindaklanjuti seluruh MOU/Nota kesepahaman yang ada di IKH agar berdaya guna dalam meningkatkan peran Tridharma Perguruan tinggi IKH.(RGo)

#SalamSehat
#SobatIKH
#BerinovasiBersinergiBerdampak

Mahasiswa Institut Kesehatan Helvetia (IKH) tuntaskan PBL di Kecamatan Pantai Labu

Mahasiswa IKH, khususnya Fakultas Farmasi dan Kesehatan yang terdiri atas mahasiswa kebidanan, keperawatan dan farmasi berbagai jenjang menyelesaikan kegiatan pembelajaran bertajuk Praktik Belajar Lapangan (PB) terintegrasi di Kecamatan Pantai Labu. PBL tahun 2023 ini dilaksanakan secara khusus di dua desa yakni Desa Paluh Sibaji dan Rugemuk Deli Serdang.

Kegiatan penutupan PBL ini ditandai dengan acara perpisahan Bersama Pemerintahan Desa (Pemdes) setempat, Tokoh masyarakat, Karang Taruna, Bidan Desa (Bindes), Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Kegiatan penutupan berlangsung  tanggal 27 Februari 2023 di masing-masing desa secara terpisah. Kedua kepala desa turut hadir menutup secara seremonial pelaksanaan PBL tahun 2023 ini.

Wakil Dekan I Inkes Helvetia Fina Kusuma Wardani mewakili IKH dalam proses penutupan ini Bersama dosen lainnya di lingkungan FFK IKH. Kegiatan di Desa Rugemuk turut dihadiri kepala desa dan perangkat desa lainnya. Dalam sambutan penutupnya Kepala Desa (Kades) Rugemuk, Muliadi mengucapkan banyak terima kasih atas pelaksanaan PBL yang diadakan oleh IKH. “PBL ini membawa berkah buat masyarakat, dimana kurang peduli dengan kesehatannya. Namun saat ini telah mengerti tentang pola hidup sehat” imbuhnya dalam sambutan penutup.

Pada waktu yang sama penutupan juga berlangsung di Desa Paluh Sibaji,  Wakil Dekan II FFK IKH, Siti Aisah mewakili Inkes Helvetia mendampingi Kepala Desa Paluh Sibaji. Dalam kesempatan ini Kepala Desa (Kades) Paluh Sibaji, Nasri mengaku, bersyukur karena Inkes Helvetia telah memilih Desa yang dipimpinnya untuk melaksanakan PBL. “PBL itu sangat bermanfaat, dimana warga bisa berkomunikasi untuk berkonsultasi tentang kesehatan keluarganya”, imbuh beliau disertai canda dalam sambutan penutupannya.

Sasaran utama PBL ini adalah masyarakat dan Wanita sepanjang siklus kehidupannya (Bayi, Balita, Pra sekolah, Sekolah, Remaja, Dewasa, Pasangan Usia Subur (PUS), Wanita Usia Subur (WUS), ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui, ibu bersalin, klimakterium, menopause dan senium. Kegiatan PBL dilakasanakn dengan berbagai pendekatna mulai dari observasi/pengamatan, wawancara langsung/door to door disesuaikan dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdapat di masing-masing dusun, studi/literatur/kepustakaan, dan intervensi kepada masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat (sesuai hasil rembuk dusun atau rembuk desa).

Mahasiswa berada di lapangan selama hampir 3 minggu didampingi oleh dosen pendamping dalam melihat realitas Kesehatan di masyarakat. Mahasiswa diminta Bersama masyarakat secara partisipatif menyelesaikan masalah yang proporsional untuk diselesaikan. Mahasiswa melakukan rembuk dengan masyarakat untuk bersama-sama menyelesaikan masalah yang intervensinya dapat dilaksanakan secara objektif untuk jangka pendek. Kegiatan ini identik dengan pelaksanaan kegiatan mahasiswa diluar kampus yang relevan dengan MBKM.

Kerjasama
Mahasiswa Institut Kesehatan Helvetia (IKH) tuntaskan PBL di Kecamatan Pantai Labu

Mahasiswa IKH, khususnya Fakultas Farmasi dan Kesehatan yang terdiri atas mahasiswa kebidanan, keperawatan dan farmasi berbagai jenjang menyelesaikan kegiatan pembelajaran bertajuk Praktik Belajar Lapangan (PB) terintegrasi di Kecamatan Pantai Labu. PBL tahun 2023 ini dilaksanakan secara khusus di dua desa yakni Desa Paluh Sibaji dan Rugemuk Deli Serdang.

Kegiatan penutupan PBL ini ditandai dengan acara perpisahan Bersama Pemerintahan Desa (Pemdes) setempat, Tokoh masyarakat, Karang Taruna, Bidan Desa (Bindes), Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Kegiatan penutupan berlangsung  tanggal 27 Februari 2023 di masing-masing desa secara terpisah. Kedua kepala desa turut hadir menutup secara seremonial pelaksanaan PBL tahun 2023 ini.

Wakil Dekan I Inkes Helvetia Fina Kusuma Wardani mewakili IKH dalam proses penutupan ini Bersama dosen lainnya di lingkungan FFK IKH. Kegiatan di Desa Rugemuk turut dihadiri kepala desa dan perangkat desa lainnya. Dalam sambutan penutupnya Kepala Desa (Kades) Rugemuk, Muliadi mengucapkan banyak terima kasih atas pelaksanaan PBL yang diadakan oleh IKH. “PBL ini membawa berkah buat masyarakat, dimana kurang peduli dengan kesehatannya. Namun saat ini telah mengerti tentang pola hidup sehat” imbuhnya dalam sambutan penutup.

Pada waktu yang sama penutupan juga berlangsung di Desa Paluh Sibaji,  Wakil Dekan II FFK IKH, Siti Aisah mewakili Inkes Helvetia mendampingi Kepala Desa Paluh Sibaji. Dalam kesempatan ini Kepala Desa (Kades) Paluh Sibaji, Nasri mengaku, bersyukur karena Inkes Helvetia telah memilih Desa yang dipimpinnya untuk melaksanakan PBL. “PBL itu sangat bermanfaat, dimana warga bisa berkomunikasi untuk berkonsultasi tentang kesehatan keluarganya”, imbuh beliau disertai canda dalam sambutan penutupannya.

Sasaran utama PBL ini adalah masyarakat dan Wanita sepanjang siklus kehidupannya (Bayi, Balita, Pra sekolah, Sekolah, Remaja, Dewasa, Pasangan Usia Subur (PUS), Wanita Usia Subur (WUS), ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui, ibu bersalin, klimakterium, menopause dan senium. Kegiatan PBL dilakasanakn dengan berbagai pendekatna mulai dari observasi/pengamatan, wawancara langsung/door to door disesuaikan dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdapat di masing-masing dusun, studi/literatur/kepustakaan, dan intervensi kepada masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat (sesuai hasil rembuk dusun atau rembuk desa).

Mahasiswa berada di lapangan selama hampir 3 minggu didampingi oleh dosen pendamping dalam melihat realitas Kesehatan di masyarakat. Mahasiswa diminta Bersama masyarakat secara partisipatif menyelesaikan masalah yang proporsional untuk diselesaikan. Mahasiswa melakukan rembuk dengan masyarakat untuk bersama-sama menyelesaikan masalah yang intervensinya dapat dilaksanakan secara objektif untuk jangka pendek. Kegiatan ini identik dengan pelaksanaan kegiatan mahasiswa diluar kampus yang relevan dengan MBKM.

Diskusi Panel Internasional IKH-USM

Sabtu, 25 Februari 2023 bertempat di Aula Kampus Institut Kesehatan Helvetia berlangsung realisasi kerjasama internasional dengan Universiti Sains Malaysia berkolaborasi dengan Institut Perubatan Pergigian Termaju USM Bertam.

Diskusi yang bertajuk Pemanfaatan Tumbuhan Herbal/Obat Untuk Kesehatan Jasmani Dalam Siklus Kehidupan ini disampaikan oleh beberapa narasumber yang kompeten dibidangnya. Kegiatan dipandu langsung oleh MC Rudi Purwana, S.Pd, M.Pd yang merupakan Kepala Bagian Kerjasama LPIKI IKH dan fokus pada internasionalisasi kampus. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Institut Kesehatan Helvetia H. Dr. Ismail Efendy, M.Si.

Pada sesi inti dipandu oleh Moderator Dr. Ridha, Apt, M.Si, sesi diskusi dimulai dengan paparan materi dari Dr. Eshaifol Azam bin Omar (IPPT USM Bertam) yang menyuguhkan topik terkait “The Concept of Using Herbal Medicines in Modern Treatment”. Sesi berikut dilanjutkan dengan paparan dari Tuan Syed Mahdi Syed Faozi Barakbah (Heritage Association of Malay Massage Malaysia) yang menyampaikan perkembangan terkini terkait pengobatan herbal dengan pijatan dan asosiasi yang dipimpinnya.

Kesempatan ini merupakan bagian dari kelanjutan Penandatanganan Memorandum of Agreement yang sudah dilaksanakan sebulan sebelumnya di USM Malaysia melalui kemitraan yang sudah digagas bersama Bd. Aida Fitria, SST, M.Kes. Kerjasama ini sangat bergarha bagi Institut Kesehatan Helvetia yang saat ini sedang mengembangkan diri melalui pengembangan akademik dan juga internasionalisasi. (Rgo)

#SalamSehat
#SobatIKH
#BerinovasiBersinergiBerdampak

Kerjasama
Diskusi Panel Internasional IKH-USM

Sabtu, 25 Februari 2023 bertempat di Aula Kampus Institut Kesehatan Helvetia berlangsung realisasi kerjasama internasional dengan Universiti Sains Malaysia berkolaborasi dengan Institut Perubatan Pergigian Termaju USM Bertam.

Diskusi yang bertajuk Pemanfaatan Tumbuhan Herbal/Obat Untuk Kesehatan Jasmani Dalam Siklus Kehidupan ini disampaikan oleh beberapa narasumber yang kompeten dibidangnya. Kegiatan dipandu langsung oleh MC Rudi Purwana, S.Pd, M.Pd yang merupakan Kepala Bagian Kerjasama LPIKI IKH dan fokus pada internasionalisasi kampus. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Institut Kesehatan Helvetia H. Dr. Ismail Efendy, M.Si.

Pada sesi inti dipandu oleh Moderator Dr. Ridha, Apt, M.Si, sesi diskusi dimulai dengan paparan materi dari Dr. Eshaifol Azam bin Omar (IPPT USM Bertam) yang menyuguhkan topik terkait “The Concept of Using Herbal Medicines in Modern Treatment”. Sesi berikut dilanjutkan dengan paparan dari Tuan Syed Mahdi Syed Faozi Barakbah (Heritage Association of Malay Massage Malaysia) yang menyampaikan perkembangan terkini terkait pengobatan herbal dengan pijatan dan asosiasi yang dipimpinnya.

Kesempatan ini merupakan bagian dari kelanjutan Penandatanganan Memorandum of Agreement yang sudah dilaksanakan sebulan sebelumnya di USM Malaysia melalui kemitraan yang sudah digagas bersama Bd. Aida Fitria, SST, M.Kes. Kerjasama ini sangat bergarha bagi Institut Kesehatan Helvetia yang saat ini sedang mengembangkan diri melalui pengembangan akademik dan juga internasionalisasi. (Rgo)

#SalamSehat
#SobatIKH
#BerinovasiBersinergiBerdampak

Institut Kesehatan Helvetia Kolaborasi dengan Rumah Sakit Mitra Medika Laksanakan Pelatihan Preseptor Mentor

Tanggal 20-22 Februari 2022, bertajuk Pelatihan Preseptor Mentor, Institut Kesehatan Helvetia berkolaborasi dengan Rumah Sakit Mitra Medika melaksanakan kegiatan Pelatihan Preseptor Mentor di Kampus Institut Kesehatan Helvetia. Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah terkordinasi dengan BPPSDM Kementrian Kesehatan yang akan mengeluarkan sertifikat bagi Clinical Instructure yang merupakan alumni Kebidanan Institut Kesehatan Helvetia.

Selaku perwakilan tim Diklat Bapak Roni Gunawan yang merupakan Ketua Lembaga Pengembangan Inovasi, Kerjasama & Inkubasi (LPIKI) Institut Kesehatan Helvetia menyampaikan bahwa peserta yang ikut dalam kegiatan offline ini sebanyak 72 orang, kegiatan ini juga dilaksanakan secara daring yang melibatkan 210 alumnni yang sudah dilaksanakan pada minggu sebelumnya. Ketertarikan alumni untuk meningkatkan kapasitas kliniknya sangat tinggi sehingga pada tahap berikutnya akan ada satu gelombang pelatihan sejenis yang akan dilaksanakan secara daring.

Sementara itu, sambutan perwakilan dari Diklat Rumah Sakit Mitra Medika Ibu Rosita Helma Yulanda, S.Kep., N. menyampaikan antusiasmenya dalam mengelola pelatihan ini, sebab kemajuan alumni dalam mengelola klinik sangat besar dipengaruhi oleh keberadaan bidan-bidan yang berperan sebagai CI yang sudah mendapat sertifikat Preseptor Mentor.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor Institut Kesehatan Helvetia Bapak H. Dr. Ismail Efendy pada acara pembukaan tersebut. Dalam sambutannya beliau mengucapkan terima kasih kepada semua alumni yang berperan aktif sebagai peserta dalam kegiatan ini, “Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi media komunikasi dan silaturahmi alumni dengan institut, sehingga kemajuan kampus ini akan semakin cepat melalui kontribusi dan dukungan alumni yang sudah tersebar pada berbagai institusi, tambah beliau sebelum membuka kegiatan secara resmi.

Kegiatan ini akan berlangsung dengan metode interaktif menghadirkan narasumber dari pihak praktisi maupun dari akademis yakni kampus IKH sendiri. Materi-materi yang disajikan merupakan materi yang menjadi standar dalam pelaksanaan kegiatan Preseptor Mentor (BLC, Komunikasi dalam asuhan kebidanan, konsep preseptor dan mentor, RTL, dll). Peserta juga mengikuti prates, postes mengirimkan tugas sebagai syarat yang digunakan untuk menentukan kelulusan peserta. (Rgo)

#SalamSehatSobatIKH
#BerinovasiBersinegiBerdampak

Diklat
Institut Kesehatan Helvetia Kolaborasi dengan Rumah Sakit Mitra Medika Laksanakan Pelatihan Preseptor Mentor

Tanggal 20-22 Februari 2022, bertajuk Pelatihan Preseptor Mentor, Institut Kesehatan Helvetia berkolaborasi dengan Rumah Sakit Mitra Medika melaksanakan kegiatan Pelatihan Preseptor Mentor di Kampus Institut Kesehatan Helvetia. Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah terkordinasi dengan BPPSDM Kementrian Kesehatan yang akan mengeluarkan sertifikat bagi Clinical Instructure yang merupakan alumni Kebidanan Institut Kesehatan Helvetia.

Selaku perwakilan tim Diklat Bapak Roni Gunawan yang merupakan Ketua Lembaga Pengembangan Inovasi, Kerjasama & Inkubasi (LPIKI) Institut Kesehatan Helvetia menyampaikan bahwa peserta yang ikut dalam kegiatan offline ini sebanyak 72 orang, kegiatan ini juga dilaksanakan secara daring yang melibatkan 210 alumnni yang sudah dilaksanakan pada minggu sebelumnya. Ketertarikan alumni untuk meningkatkan kapasitas kliniknya sangat tinggi sehingga pada tahap berikutnya akan ada satu gelombang pelatihan sejenis yang akan dilaksanakan secara daring.

Sementara itu, sambutan perwakilan dari Diklat Rumah Sakit Mitra Medika Ibu Rosita Helma Yulanda, S.Kep., N. menyampaikan antusiasmenya dalam mengelola pelatihan ini, sebab kemajuan alumni dalam mengelola klinik sangat besar dipengaruhi oleh keberadaan bidan-bidan yang berperan sebagai CI yang sudah mendapat sertifikat Preseptor Mentor.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor Institut Kesehatan Helvetia Bapak H. Dr. Ismail Efendy pada acara pembukaan tersebut. Dalam sambutannya beliau mengucapkan terima kasih kepada semua alumni yang berperan aktif sebagai peserta dalam kegiatan ini, “Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi media komunikasi dan silaturahmi alumni dengan institut, sehingga kemajuan kampus ini akan semakin cepat melalui kontribusi dan dukungan alumni yang sudah tersebar pada berbagai institusi, tambah beliau sebelum membuka kegiatan secara resmi.

Kegiatan ini akan berlangsung dengan metode interaktif menghadirkan narasumber dari pihak praktisi maupun dari akademis yakni kampus IKH sendiri. Materi-materi yang disajikan merupakan materi yang menjadi standar dalam pelaksanaan kegiatan Preseptor Mentor (BLC, Komunikasi dalam asuhan kebidanan, konsep preseptor dan mentor, RTL, dll). Peserta juga mengikuti prates, postes mengirimkan tugas sebagai syarat yang digunakan untuk menentukan kelulusan peserta. (Rgo)

#SalamSehatSobatIKH
#BerinovasiBersinegiBerdampak