





Jumat, 17 Maret 2023, Fakultas Kesehatan Masyarakat melaksanakan seremonial penutupan PBL Tematik stunting di Serdang Begai Tahun 2023. Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Sei Buluh Kecamatan Teluk Mengkudu Serdang Bedagai. Perhelatan ini sekaligus membuka peluang kerjasama pengembangan tridharma di Kecamatan Teluk Mengkudu yang baru pertama kali bekerjasama dengan perguruan tinggi Kesehatan di Sumatera Utara.
Kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sei Buluh, perwakilan desa Pematang Setrak Pemerintahan Desa (Pemdes), Tokoh masyarakat, Karang Taruna, Bidan Desa (Bindes), Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Sementara itu perwakilan IKH diwakili oleh dekan FKM, Kepala Prodi IKM dan Gizi, serta dosen di lingkungan FKM IKH.
Dalam sambutannya kepala Desa Sei Buluh, Bapak Subandi memberikan apresiasi positif atas pelaksanaan PBL di desa ini, sebab “baru pertama ini perguruan tinggi Kesehatan masuk ke wilayah kami mengabdi di masyarakat, kami membuka diri untuk memberi kesempatan pada mahasiswa dan dosen yang ingin berinteraksi di masyarakat melalui program kampusnya” imbuh Kepala Desa.
Sementara itu Sambutan IKH disampaikan oleh Dekan FKM IKH Dr. Asriwati, S.Kep., Ns., M.Kes. Dalam sambutannya dekan meyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepala desa serta dukungan Kepala Dusun yang memberi kesempatan belajar anak-anak FKM IKH di desa. “PBL mengajarkan anak-anak untuk dapat melihat realitas kehidupan kesehatan sehingga membuka empati mahasiswa dan menerapkan ilmunya di masyrakat” imbuh Dekan.
Kegiatan PBL tahun 2023 ini berlangsung di 2 Desa yang ada di Kecamatan Teluk Mengkudu yakni Desa Sei Buluh dan Desa Pematang Sertak. Mahasiswa diturunkan untuk berada di masyarakat selama hampir 4 minggu didampingi Pembimbing Lapangan yang sudah ditentukan. Pada tahap awal mahasiswa sudah mengumpulkan data secara langsung di semua dusun, kemudian dianalisis untuk menjadi bahan rembuk bersama masyarakat. Hasil rembuk tersebut adalah kegiatan intervensi Kesehatan jangka pendek yang dapat dilaksanakan secara kolektif bersama masyarakat secara swadaya.
Hasil intervensi masyarakat cukup beragam dan mengintegrasikan intervensi dengan kegiatan promotif dalam rangka pencegahan stunting. Berbagai produk olahan pangan gizi berbasis bahan local yang merupakan kemampuan mahasiswa gizi dihasilkan bersama masyarakat, tentunya relevan dalam pemenuhan gizi yang dapat mencegah stunting, mahasiswa psikologi terlibat dalam upaya konsultasi pada tingkat remaja dan lansia, mahasiswa kesehatan masyarakat berkontribusi dalam melakukan penyuluhan dan upaya advokasi kesehatan lainnya.

















