Seminar Nasional Literasi Digital : Kerjasama Penguatan Teknologi Informasi Institut Kesehatan Helvetia

Rabu, 26 Juli 2023 dilaksanakan Seminar Nasional Literasi Digital Sektor Pendidikan bersama Pandu Digital di Institut Kesehatan Helvetia Medan. Kegiatan ini adalah realisasi Perjanjian Kerjasama antara Institut Kesehatan Helvetia (IKH) dengan Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika Medan (BBPSDMP Kominfo Medan) dan Relawan TIK SUMUT tahun 2023.

Institut Kesehatan Helvetia merupakan satu-satunya perguruan tinggi kesehatan yang menjalin kerjasama tersebut dan melaksanakan Seminar Literasi Digital dari Kementrian Kominfo ini. Rektor IKH Dr. H. Ismail Efendy, M.Si menegaskan bahwa “Institut Kesehatan Helvetia berkomitmen untuk meningkatkan daya saing global yang secara khusus melalui pemanfaatan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK)”. Pemanfaatan TIK dalam kesehatan merupakan salah satu keunggulan yang sedang dikembangkan IKH dalam grand skenario menuju berdaya saing secara global, tambah Rektor yang membuka secara langsung kegiatan tersebut di Aula kampus IKH.

Hadir dalam pembukaan tersebut Ketua Relawan TIK Sumut Anwar Sadat Siregar, SE, M.Si yang merasa senang dan bangga bekerjasama dengan IKH. Dalam sambutannya Ketua RTIK Sumut berharap agar IKH dapat menjadi Pilot dalam penerapan TIK di bidang kesehatan sehingga bisa menjadi referensi perguruan tinggi yang berdaya saing mendayagunakan TIK dalam terapannya.

Seminar Nasional ini dipandu oleh Moderator Asrul, S.Pd.I,M.Pd yang merupakan dosen di Institut Kesehatan Helvetia. Seminar Nasional ini mennyajikan materi yang disampaikan langsung oleh pakar TIK baik skala nasional maupun regional antara lain, Ahmat Afandi (Pengurus RTIK SUMUT), Dr.dr. Deli Teo, M.Kes yang merupakan Dekan FK IKH yang merupakan praktisi dibidang TIK khususnya dalam pengembangan program Sistem Informasi Rumah Sakit di Kota Medan, kemudian Dr. Intan Kumalasari yang merupakan perwakilan dari Pandu Digital Nasional.

Sebanyak 200 mahasiswa sangat antusias mengikuti seminar nasional ini, ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan selama seminar berlangsung. Narasumber juga menyajikan materi secara apik dan interaktif sehingga memacu mahasiswa untuk lebih aktif.
Seminar Nasional ini merupakan tindak lanjut atas perjanjian kerjasama yang ditantadatangani secara triparti oleh IKH, RTIK Sumut dan BBPSDM Kominfo Medan pada 24 Juli 2023 di Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara. Semoga Literasi Digital masyarakat semakin meningkat khususnya dalam menunjang Tranformasi Digital Bidang Kesehatan.
#SALAMLITRASI
#BERINOVASIBERSINERGIBERDAMPAK

Inovasi , Kerjasama
Seminar Nasional Literasi Digital : Kerjasama Penguatan Teknologi Informasi Institut Kesehatan Helvetia

Rabu, 26 Juli 2023 dilaksanakan Seminar Nasional Literasi Digital Sektor Pendidikan bersama Pandu Digital di Institut Kesehatan Helvetia Medan. Kegiatan ini adalah realisasi Perjanjian Kerjasama antara Institut Kesehatan Helvetia (IKH) dengan Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika Medan (BBPSDMP Kominfo Medan) dan Relawan TIK SUMUT tahun 2023.

Institut Kesehatan Helvetia merupakan satu-satunya perguruan tinggi kesehatan yang menjalin kerjasama tersebut dan melaksanakan Seminar Literasi Digital dari Kementrian Kominfo ini. Rektor IKH Dr. H. Ismail Efendy, M.Si menegaskan bahwa “Institut Kesehatan Helvetia berkomitmen untuk meningkatkan daya saing global yang secara khusus melalui pemanfaatan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK)”. Pemanfaatan TIK dalam kesehatan merupakan salah satu keunggulan yang sedang dikembangkan IKH dalam grand skenario menuju berdaya saing secara global, tambah Rektor yang membuka secara langsung kegiatan tersebut di Aula kampus IKH.

Hadir dalam pembukaan tersebut Ketua Relawan TIK Sumut Anwar Sadat Siregar, SE, M.Si yang merasa senang dan bangga bekerjasama dengan IKH. Dalam sambutannya Ketua RTIK Sumut berharap agar IKH dapat menjadi Pilot dalam penerapan TIK di bidang kesehatan sehingga bisa menjadi referensi perguruan tinggi yang berdaya saing mendayagunakan TIK dalam terapannya.

Seminar Nasional ini dipandu oleh Moderator Asrul, S.Pd.I,M.Pd yang merupakan dosen di Institut Kesehatan Helvetia. Seminar Nasional ini mennyajikan materi yang disampaikan langsung oleh pakar TIK baik skala nasional maupun regional antara lain, Ahmat Afandi (Pengurus RTIK SUMUT), Dr.dr. Deli Teo, M.Kes yang merupakan Dekan FK IKH yang merupakan praktisi dibidang TIK khususnya dalam pengembangan program Sistem Informasi Rumah Sakit di Kota Medan, kemudian Dr. Intan Kumalasari yang merupakan perwakilan dari Pandu Digital Nasional.

Sebanyak 200 mahasiswa sangat antusias mengikuti seminar nasional ini, ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan selama seminar berlangsung. Narasumber juga menyajikan materi secara apik dan interaktif sehingga memacu mahasiswa untuk lebih aktif.
Seminar Nasional ini merupakan tindak lanjut atas perjanjian kerjasama yang ditantadatangani secara triparti oleh IKH, RTIK Sumut dan BBPSDM Kominfo Medan pada 24 Juli 2023 di Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara. Semoga Literasi Digital masyarakat semakin meningkat khususnya dalam menunjang Tranformasi Digital Bidang Kesehatan.
#SALAMLITRASI
#BERINOVASIBERSINERGIBERDAMPAK

Aplikasi Deteksi Dini Stunting


InventorRoni Gunawan
Program StudiS1-Kesehatan Masyarakat
Tim DosenDr.dr.Arifah Devi F, M.Kes
Dian Maya Sari Siregar, SKM, M.Kes
Asrul, S.Pdi, M.Pd
Jenis ProdukTeknologi Informasi Komunikasi Kesehatan
Keunggulan ProdukAplikasi ini dikembangkan bekerjasama dengan mitra yang merupakan perusahaan pengembang TIK. Aplikasi ini dibuat menyesuaikan dengan kebutuhan kader posyandu dan stakeholder kesehatan terkait. Melalui aplikasi ini kader mampu mendeteksi secara dini status gizi balita, sehingga sejak dini sudah mampu memantau perkembangan balita yang menuju stunting.
Program PendukungMatching Fund Kedaireka Tahun 2022
MitraPT. Metromatika Teknologi Rekayasa
Dinas Kominfo Medan
Check out this Apps

Stunting masih menjadi masalah di Indonesia saat ini. Guna menuntaskan maslalah tersebut pemerintah menetapkan 5 pilar pengentasan stunting, salah satunya adalah pemantauan dan evaluasi. Untuk melaksanakan hal ini dibutuhkan upaya intensif melalui pemberdayaan masyarakat.
Salah satu kelompok swadaya masyarakat yang sudah bertahan sejak dulu adalah Posyandu, Posyandu melalui kadernya dapat menjadi agen dalam setiap program pemerintah yang berlangsung sejak dulu, masyarakat juga akrab dengan kader Posyandu. Oleh karena itu menguatkan kader Posyandu dalam mendukung pilar pemantauan dan evaluasi menjadi salah satu strategi yang dikembangkan dalam program ini. Untuk memperkuat upaya tersebut dibuatkah aplikasi deteksi dini yang dapat digunakan secara praktis bagi kader.

Aplikasi ini menjawab kebutuhan kader posyandu dalam mendukung pilar pemantauan dan evaluasi. Aplikasi berbasis android yang digunakan sehari-sehari sehingga mudah menginput data balita di wilayahnya, lalu data yang masuk akan mudah di deteksi dan dievaluasi setiap saat. Aplikasi khusus dibuat untuk memantau dan engevaluasi gizi balita penting, karena itu didesain khusus agar kader mudah menggunakannya hal ini menjadi penting karena pemantauan yang intensif jadi kunci mengatasi stunting.

Pada tahap lanjut aplikasi ini dikembangkan bersama mitra dan stakeholder terkait untuk diterapkan secara massif pada Posyandu yang ada di Kota Medan

Produk Inovasi
Aplikasi Deteksi Dini Stunting


InventorRoni Gunawan
Program StudiS1-Kesehatan Masyarakat
Tim DosenDr.dr.Arifah Devi F, M.Kes
Dian Maya Sari Siregar, SKM, M.Kes
Asrul, S.Pdi, M.Pd
Jenis ProdukTeknologi Informasi Komunikasi Kesehatan
Keunggulan ProdukAplikasi ini dikembangkan bekerjasama dengan mitra yang merupakan perusahaan pengembang TIK. Aplikasi ini dibuat menyesuaikan dengan kebutuhan kader posyandu dan stakeholder kesehatan terkait. Melalui aplikasi ini kader mampu mendeteksi secara dini status gizi balita, sehingga sejak dini sudah mampu memantau perkembangan balita yang menuju stunting.
Program PendukungMatching Fund Kedaireka Tahun 2022
MitraPT. Metromatika Teknologi Rekayasa
Dinas Kominfo Medan
Check out this Apps

Stunting masih menjadi masalah di Indonesia saat ini. Guna menuntaskan maslalah tersebut pemerintah menetapkan 5 pilar pengentasan stunting, salah satunya adalah pemantauan dan evaluasi. Untuk melaksanakan hal ini dibutuhkan upaya intensif melalui pemberdayaan masyarakat.
Salah satu kelompok swadaya masyarakat yang sudah bertahan sejak dulu adalah Posyandu, Posyandu melalui kadernya dapat menjadi agen dalam setiap program pemerintah yang berlangsung sejak dulu, masyarakat juga akrab dengan kader Posyandu. Oleh karena itu menguatkan kader Posyandu dalam mendukung pilar pemantauan dan evaluasi menjadi salah satu strategi yang dikembangkan dalam program ini. Untuk memperkuat upaya tersebut dibuatkah aplikasi deteksi dini yang dapat digunakan secara praktis bagi kader.

Aplikasi ini menjawab kebutuhan kader posyandu dalam mendukung pilar pemantauan dan evaluasi. Aplikasi berbasis android yang digunakan sehari-sehari sehingga mudah menginput data balita di wilayahnya, lalu data yang masuk akan mudah di deteksi dan dievaluasi setiap saat. Aplikasi khusus dibuat untuk memantau dan engevaluasi gizi balita penting, karena itu didesain khusus agar kader mudah menggunakannya hal ini menjadi penting karena pemantauan yang intensif jadi kunci mengatasi stunting.

Pada tahap lanjut aplikasi ini dikembangkan bersama mitra dan stakeholder terkait untuk diterapkan secara massif pada Posyandu yang ada di Kota Medan

Kue Bawang Daun Katuk


InventorPutri Indah Sari, Misbah
Program StudiKebindanan
Dosen PendampingYulida Effendi Nasution, S.K.M., M.Kes
Jenis ProdukPangan & Kesehatan
Keunggulan ProdukSalah satu ciri khas dari kue bawang ini adalah berbahan dasar udang kecepe dan menjadi pembeda dalam pembuatan kue bawang dari biasanya membuat rasanya semakin gurih dan ditambahkan dengan bumbu-bumbu khas yang membuat inovasi rasa baru dalam produk ini dan sudah tercipta inovasi baru untuk kelompok berkebutuhan khusus seperti ibu menyusui dengan penambahan bahan alami seperti daun katuk sebagai booster ASI
Program PendukungProgram Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2022
MitraReseller

Camilan adalah makanan dalam porsi kecil yang dimakan di antara dua waktu makan, Cemilan yang tersedia di pasaran saat ini memang sudah beragam tapi umumnya makanan tersebut bukanlah makanan khas Indonesia dan khususnya kota medan. Salah satu makanan yang cukup sederhana tetapi sangat cocok menjadi makanan untuk dikonsumsi tiap hari dan sekaligus makanan yang cukup istimewa karena dibuat dengan bumbu dan rempah khusus yaitu ‘kue bawang udang kecepe/ebi”.

Dengan pembuatan yang dilakukan secara sederhana dan dengan bahan serta alat yang yangn mudah didapat tetapi lebih higienis akan dijual dengan harga yang sangat terjangkau maka tentunya hal ini akan menarik minat masyarakat untuk membelinya.

Saat ini Pisladycooking sebagai Entitas usaha yang mengelola produk ini mengambil beberapa pasar potensial dimana diantaranya yaitu: Wanita karir yang membutuhkan cemilan sehat dan enak untuk keluarga
Remaja usia sekolah yang membutuhkan cemilan sehat untuk berkumpul dengan teman Dan kelompok ibu menyusui karena salah satu produk dari Pisladycooking yang memiliki rasa daun katuk dengan harapan dapat meningkatkan Asi pada ibu menyusui



Produk Inovasi
Kue Bawang Daun Katuk


InventorPutri Indah Sari, Misbah
Program StudiKebindanan
Dosen PendampingYulida Effendi Nasution, S.K.M., M.Kes
Jenis ProdukPangan & Kesehatan
Keunggulan ProdukSalah satu ciri khas dari kue bawang ini adalah berbahan dasar udang kecepe dan menjadi pembeda dalam pembuatan kue bawang dari biasanya membuat rasanya semakin gurih dan ditambahkan dengan bumbu-bumbu khas yang membuat inovasi rasa baru dalam produk ini dan sudah tercipta inovasi baru untuk kelompok berkebutuhan khusus seperti ibu menyusui dengan penambahan bahan alami seperti daun katuk sebagai booster ASI
Program PendukungProgram Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2022
MitraReseller

Camilan adalah makanan dalam porsi kecil yang dimakan di antara dua waktu makan, Cemilan yang tersedia di pasaran saat ini memang sudah beragam tapi umumnya makanan tersebut bukanlah makanan khas Indonesia dan khususnya kota medan. Salah satu makanan yang cukup sederhana tetapi sangat cocok menjadi makanan untuk dikonsumsi tiap hari dan sekaligus makanan yang cukup istimewa karena dibuat dengan bumbu dan rempah khusus yaitu ‘kue bawang udang kecepe/ebi”.

Dengan pembuatan yang dilakukan secara sederhana dan dengan bahan serta alat yang yangn mudah didapat tetapi lebih higienis akan dijual dengan harga yang sangat terjangkau maka tentunya hal ini akan menarik minat masyarakat untuk membelinya.

Saat ini Pisladycooking sebagai Entitas usaha yang mengelola produk ini mengambil beberapa pasar potensial dimana diantaranya yaitu: Wanita karir yang membutuhkan cemilan sehat dan enak untuk keluarga
Remaja usia sekolah yang membutuhkan cemilan sehat untuk berkumpul dengan teman Dan kelompok ibu menyusui karena salah satu produk dari Pisladycooking yang memiliki rasa daun katuk dengan harapan dapat meningkatkan Asi pada ibu menyusui



Saus Andaliman “URALICIOUS”


InventorUlan Dari & Rara
Program StudiIlmu Kesehatan Masyarakat
Dosen PendampingAni Kaban
Jenis ProdukPangan & Kesehatan
Keunggulan ProdukProduk dibuat dari bahan dasar yang melimpah di Sumatera Utara ditambah dengan Rempah Khas Indigenous Sumatera Utara dalam sajian saus yang notabene jadi pendamping makan sehari-hari
Program PendukungProgram Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2022
MitraReseller

Produk ini mengombinasikan saus yang selama ini ada dengan rempah khas Sumatera Utara yakni andaliman. Bagi masyarakat Sumatra Utara, andaliman dikenal dengan ‘Merica Batak’ lantaran menjadi bumbu kunci pada masakan khas Batak Toba. Produk saus dikembangkan karena hampir semua bahan bakunya tersedia melimpah di Sumatera Utara.

Keunikan dari produk kami adalah memiliki cita rasa yang khas, yaitu ada sensasi ‘menggigit ‘ ketika saus menyentuh lidah konsumen, sehingga akan menimbulkan rasa ingin terus memakannya. Sensasi menggigit ini ditimbulkan dari buah andaliman ini. Tidak hanya itu buah andaliman ini mudah didapat dan melimpah sehingga untuk harganya sendiri relatif urah dikantong konsumen. Produk saus andaliman ini juga terbuat dari bahan cabe dan tomat yang asli, tidak dicampur dengan bahan-bahan lain yang tidak lazim untuk pembuatan saus, sehinnga kualitas produk jadi keunggulan dan rasa andaliman jadi pembeda dibandingkan saus-saus yang lainnya.

Produk Inovasi
Saus Andaliman “URALICIOUS”


InventorUlan Dari & Rara
Program StudiIlmu Kesehatan Masyarakat
Dosen PendampingAni Kaban
Jenis ProdukPangan & Kesehatan
Keunggulan ProdukProduk dibuat dari bahan dasar yang melimpah di Sumatera Utara ditambah dengan Rempah Khas Indigenous Sumatera Utara dalam sajian saus yang notabene jadi pendamping makan sehari-hari
Program PendukungProgram Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2022
MitraReseller

Produk ini mengombinasikan saus yang selama ini ada dengan rempah khas Sumatera Utara yakni andaliman. Bagi masyarakat Sumatra Utara, andaliman dikenal dengan ‘Merica Batak’ lantaran menjadi bumbu kunci pada masakan khas Batak Toba. Produk saus dikembangkan karena hampir semua bahan bakunya tersedia melimpah di Sumatera Utara.

Keunikan dari produk kami adalah memiliki cita rasa yang khas, yaitu ada sensasi ‘menggigit ‘ ketika saus menyentuh lidah konsumen, sehingga akan menimbulkan rasa ingin terus memakannya. Sensasi menggigit ini ditimbulkan dari buah andaliman ini. Tidak hanya itu buah andaliman ini mudah didapat dan melimpah sehingga untuk harganya sendiri relatif urah dikantong konsumen. Produk saus andaliman ini juga terbuat dari bahan cabe dan tomat yang asli, tidak dicampur dengan bahan-bahan lain yang tidak lazim untuk pembuatan saus, sehinnga kualitas produk jadi keunggulan dan rasa andaliman jadi pembeda dibandingkan saus-saus yang lainnya.

PELATIHAN MANAJEMEN DASAR BISNIS DALAM PROGRAM MATCHING FUND KEDAIREKA INSTITUT KESEHATAN HELVETIA TAHUN 2022

Medan, 22-23 September 2022 Institut Kesehatan Helvetia melaksanakan kegiatan Pelatihan Manajemen dasar Bisnis sebagai lanjutan kegiatan Kedaireka Matching Fund Kedaireka Tahun 2022. Kegiatan berlangsung di Hotel Grand Kanaya Medan, menghadirkan 20 orang Kader Posyandu yang dibina dari 10 Posyandu, Bersama dengan 10 mahasiswa pendamping dan 10 tenaga pendamping bisnis.

Pembukaan acara dihadiri langsung Kepala Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Medan dr. Rugun. Dalam sambutannya dr. Rugun menaruh apresiasi positif dan menunggu perkembangan program ini kedepan, karena belum ada intervensi pada kader Posyandu terkait wirausaha dan pendampingan penggunaan aplikasi deteksi dini dini Stunting. “Kita menunggu perkembangan program kegiatan ini guna mendukung pencapaian Kolaborasi Medan Berkah” imbuh dr. Rugun.

Acara dibuka langsung oleh Rektor Institut Kesehatan Helvetia Dr.H.Ismail Efendy, M.Si. Rektor menyambut positif sambutan dari dinas Kesehatan Medan dan berjanji akan mengoptimalkan proses pendampingan ini, dan akan berkordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Medan untuk sharing perkembangannya.

Pelatihan dipandu langsung oleh fasilitator yang merupakan tim Matching Fund (MF) Kedaireka Inkes Helvetia yang pada pelatihan ini dikordinir oleh Dahrul Siregar. Tak luput pula ketua tim MF Inkes Helvetia Roni gunawan, anggota Dian Maya sari, Asrul turut memandu jalannya pelatihan selama 2 hari bagi kader Posyandu.

Sementara itu narasumber-narasumber yang diundang mayoritas berasal dari Praktisi bisnis langsung, dan juga dari akademisi. Materi-materi yang dibahas antara lain kewirausahan Sosial, Segmentasi pasar, Teknologi produksi, Perhitungan Harga Pokok Produksi, Salesmanship, Business Model Canvas.

Pelatihan ini diharapkan menjadi modal dasar yang dapat digunakan kader dalam menjalani bisnis/wirausaha pada posyandu masing-masing.Pelatihan ini hanya Sebatas stimulus, untuk realisasinya secara intensif akan didampingi oleh tenaga pendamping bisnis dan juga mahasiswa pendamping.

Inovasi
PELATIHAN MANAJEMEN DASAR BISNIS DALAM PROGRAM MATCHING FUND KEDAIREKA INSTITUT KESEHATAN HELVETIA TAHUN 2022

Medan, 22-23 September 2022 Institut Kesehatan Helvetia melaksanakan kegiatan Pelatihan Manajemen dasar Bisnis sebagai lanjutan kegiatan Kedaireka Matching Fund Kedaireka Tahun 2022. Kegiatan berlangsung di Hotel Grand Kanaya Medan, menghadirkan 20 orang Kader Posyandu yang dibina dari 10 Posyandu, Bersama dengan 10 mahasiswa pendamping dan 10 tenaga pendamping bisnis.

Pembukaan acara dihadiri langsung Kepala Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Medan dr. Rugun. Dalam sambutannya dr. Rugun menaruh apresiasi positif dan menunggu perkembangan program ini kedepan, karena belum ada intervensi pada kader Posyandu terkait wirausaha dan pendampingan penggunaan aplikasi deteksi dini dini Stunting. “Kita menunggu perkembangan program kegiatan ini guna mendukung pencapaian Kolaborasi Medan Berkah” imbuh dr. Rugun.

Acara dibuka langsung oleh Rektor Institut Kesehatan Helvetia Dr.H.Ismail Efendy, M.Si. Rektor menyambut positif sambutan dari dinas Kesehatan Medan dan berjanji akan mengoptimalkan proses pendampingan ini, dan akan berkordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Medan untuk sharing perkembangannya.

Pelatihan dipandu langsung oleh fasilitator yang merupakan tim Matching Fund (MF) Kedaireka Inkes Helvetia yang pada pelatihan ini dikordinir oleh Dahrul Siregar. Tak luput pula ketua tim MF Inkes Helvetia Roni gunawan, anggota Dian Maya sari, Asrul turut memandu jalannya pelatihan selama 2 hari bagi kader Posyandu.

Sementara itu narasumber-narasumber yang diundang mayoritas berasal dari Praktisi bisnis langsung, dan juga dari akademisi. Materi-materi yang dibahas antara lain kewirausahan Sosial, Segmentasi pasar, Teknologi produksi, Perhitungan Harga Pokok Produksi, Salesmanship, Business Model Canvas.

Pelatihan ini diharapkan menjadi modal dasar yang dapat digunakan kader dalam menjalani bisnis/wirausaha pada posyandu masing-masing.Pelatihan ini hanya Sebatas stimulus, untuk realisasinya secara intensif akan didampingi oleh tenaga pendamping bisnis dan juga mahasiswa pendamping.