Protected: Penandatanganan MOU & MOA IKH dengan Universitas Hang Tuah Surabaya

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Kerjasama
Protected: Penandatanganan MOU & MOA IKH dengan Universitas Hang Tuah Surabaya

This content is password protected. To view it please enter your password below:

INSTITUT KESEHATAN HELVETIA KUATKAN KEUNGGULAN PERGURUAN TINGGI MELALUI KERJASAMA DENGAN BBPSDM KOMINFO MEDAN DAN RELAWAN TIK SUMUT

Medan, 24 Juli 2023 di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Institut Kesehatan Helvetia (IKH) resmi menjalin kerjasama Tripartit dengan Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika Medan (BBPSDMP Kominfo Medan) dan Relawan Teknologi Informasi Komunikasi (RTIK) Sumatera Utara. Kegiatan tersebut berlangsung sekaligus pembukaan acara Pembentukan Pandu Digital Sektor Pendidikan Sumatera Utara yang berlangsung di Sumatera Utara.

Institut Kesehatan Helvetia yang memiliki salah satu keunggulan yakni pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) baik dalam proses tridharma perguruan tinggi maupun kompetensi lulusan merasa sangat penting melebarkan Kerjasama dengan stakeholder terkait TIK, sebab tak ada kesuksesan saat ini tanpa ada sinergi. “Sebagai perguruan tinggi kesehatan IKH memandang bahwa transformasi digital tidak bisa dihindari dan harus disambut baik dengan kecakapan sumber daya didalamnya”, imbuh Bd.Aida Fitria, S.ST, M.Kes yang mewakili Rektor IKH pada acara ceremonial penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan konteks penguatan Literasi Digital bidang Pendidikan.

Yusrizal, S.Kom, M.Eng sebagai Plt. Kepala BBPSDMP Kominfo Medan hadir langsng menandatangani Perjanjian Kerjasama didampingi staf. Plt Kepala BBPSDMP Kominfo Medan merupakan tokoh yang sudah sangat intens menyuarakan literasi digital di Sumatera Utara khususnya perguruan tinggi. Namun pada kesempatan ini beberapa perguruan tinggi turut menjalin Kerjasama, dan IKH merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang terkait bidang kesehatan dan menerapkan TIK dalam impelmentasi Tridharmanya.

Tidak hanya perguran tinggi dan pemerintah, Kerjasama tripartite ini juga menggandeng komunitas yang tergabung dalam Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi ( RTIK) Provinsi Sumatera Utara yang dipimpin oleh seorang praktisi digital Anwar Sadat Siregar, SE, M.Si. Relawan TIK adalah relawan yang dibentuk Kementrian  Kominfo Republik Indonesia untuk membantu penguatan literasi digital di seluruh Indonesia. “Ada rasa yang sangat berbeda kala perguruan tinggi kesehatan turut serta dalam Upaya pengembangan TIK di Indonesia ini, RTIK akan menyambut baik relawan-relawan muda IKH yang akan menjadi bagian dari transformasi digital khususnya kesehatan di Sumatera Utara”, tambah Anwar Sadat dalam wawancara terpisah.

Salah satu realisasi Perjanjian Kerjasama Ini adalah dilaksanakannya Seminar Nasional Literasi Digital Sektor Pendidikan Bersama Pandu Digital, Institut Kesehatan Helvetia. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Pandu Digital yang digagas oleh RTIK Sumut dan Kominfo melibatkan IKH. Kegiatan akan berlangsung di Kampus Institut Kesehatan Helvetia. Kemajuan dibidang TIK adalah sebuah keniscayaan, sebagai bagian dari perguruan tinggi yang memiliki keunggulan TIK maka Institut Kesehatan Helvetia berupaya optimal untuk turut serta mengembangkan TIK sebagai bagian dari pembangunan nasional.

#Salam Digital

#SalamSinergi

Kerjasama
INSTITUT KESEHATAN HELVETIA KUATKAN KEUNGGULAN PERGURUAN TINGGI MELALUI KERJASAMA DENGAN BBPSDM KOMINFO MEDAN DAN RELAWAN TIK SUMUT

Medan, 24 Juli 2023 di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Institut Kesehatan Helvetia (IKH) resmi menjalin kerjasama Tripartit dengan Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika Medan (BBPSDMP Kominfo Medan) dan Relawan Teknologi Informasi Komunikasi (RTIK) Sumatera Utara. Kegiatan tersebut berlangsung sekaligus pembukaan acara Pembentukan Pandu Digital Sektor Pendidikan Sumatera Utara yang berlangsung di Sumatera Utara.

Institut Kesehatan Helvetia yang memiliki salah satu keunggulan yakni pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) baik dalam proses tridharma perguruan tinggi maupun kompetensi lulusan merasa sangat penting melebarkan Kerjasama dengan stakeholder terkait TIK, sebab tak ada kesuksesan saat ini tanpa ada sinergi. “Sebagai perguruan tinggi kesehatan IKH memandang bahwa transformasi digital tidak bisa dihindari dan harus disambut baik dengan kecakapan sumber daya didalamnya”, imbuh Bd.Aida Fitria, S.ST, M.Kes yang mewakili Rektor IKH pada acara ceremonial penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan konteks penguatan Literasi Digital bidang Pendidikan.

Yusrizal, S.Kom, M.Eng sebagai Plt. Kepala BBPSDMP Kominfo Medan hadir langsng menandatangani Perjanjian Kerjasama didampingi staf. Plt Kepala BBPSDMP Kominfo Medan merupakan tokoh yang sudah sangat intens menyuarakan literasi digital di Sumatera Utara khususnya perguruan tinggi. Namun pada kesempatan ini beberapa perguruan tinggi turut menjalin Kerjasama, dan IKH merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang terkait bidang kesehatan dan menerapkan TIK dalam impelmentasi Tridharmanya.

Tidak hanya perguran tinggi dan pemerintah, Kerjasama tripartite ini juga menggandeng komunitas yang tergabung dalam Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi ( RTIK) Provinsi Sumatera Utara yang dipimpin oleh seorang praktisi digital Anwar Sadat Siregar, SE, M.Si. Relawan TIK adalah relawan yang dibentuk Kementrian  Kominfo Republik Indonesia untuk membantu penguatan literasi digital di seluruh Indonesia. “Ada rasa yang sangat berbeda kala perguruan tinggi kesehatan turut serta dalam Upaya pengembangan TIK di Indonesia ini, RTIK akan menyambut baik relawan-relawan muda IKH yang akan menjadi bagian dari transformasi digital khususnya kesehatan di Sumatera Utara”, tambah Anwar Sadat dalam wawancara terpisah.

Salah satu realisasi Perjanjian Kerjasama Ini adalah dilaksanakannya Seminar Nasional Literasi Digital Sektor Pendidikan Bersama Pandu Digital, Institut Kesehatan Helvetia. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Pandu Digital yang digagas oleh RTIK Sumut dan Kominfo melibatkan IKH. Kegiatan akan berlangsung di Kampus Institut Kesehatan Helvetia. Kemajuan dibidang TIK adalah sebuah keniscayaan, sebagai bagian dari perguruan tinggi yang memiliki keunggulan TIK maka Institut Kesehatan Helvetia berupaya optimal untuk turut serta mengembangkan TIK sebagai bagian dari pembangunan nasional.

#Salam Digital

#SalamSinergi

PENANDATANGANAN DOKUMEN KERJASAMA (MOU & MOA) INSTITUT KESEHATAN HELVETIA DENGAN UNIVERSITAS NAGOYA INDONESIA

Pada tangal 16 Juni 2023 telah dilaksanakan penandatanganan dokumen kerjasama antara Institut Kesehatan Helvetia (IKH) dengan Universitas Nagoya Indonesia (UNI). Acara berlangsung di kampus Institut Kesehatan Helvetia yang dihadiri langsung oleh kedua Rektor dan dosen dari masing-masing perguruan tinggi.

Rektor Institut Kesehatan Helvetia Dr.H.Ismail Efendy, M.Si menyambut langsung Tim dari Universitas Nagoya Indonesia, dalam sambutannya rektor menjelaskan sejarah berdirinya kampus IKH dari awal sampai saat ini dengan segala dinamika positifnya. “Perguruan tinggi saat ini tidak bisa berdiri sendiri untuk maju, harus berkolaborasi dengan pihak lain termasuk perguruan tinggi lain dan saling melengkapi”, tegas Rektor IKH.

Rektor Universitas Nagoya Indonesia Dr. Susi Marni, SE, MM melanjutkan sambutan setelah Rektor IKH. “Sebagai perguruan tinggi baru yang merupakan gabungan dari 3 perguruan tinggi yang ada di Batam, UNI merasa senang disambut secara baik di IKH, UNI butuh banyak belajar dari IKH yang membangun perguruan tinggi dari yang kecil sampai bisa besar seperti ini” imbuh Rektor UNI dalam sambutannya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara masing-masing Rektor, kemudian upaya realisasi juga digagas langsung dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MOA) antara Rektor UNI dengan Dekan Fakultas farmasi dan Kesehatan Apt. Darwin Syamsul, M.Si terkait implementasi tridharma perguruan tinggi. Setelah itu forum dilanjutkan dengan diskusi santai dan hangat terkait rencana-rencana realisasi kerjasama diantaranya implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka, kerjasama pengembangan Prodi Profesi yang akan didampingi oleh IKH pada waktu berikutnya.

Kerjasama ini dibantu inisiasinya oleh Ketua ABPPTSI ( Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) Sumut Dr. Bahdin Nur Tanjung, SE, M.M dan pengurus harian ABPPTSI Sumut. Tentu hal ini menjadi sinyalemen penguatan perguruan tinggi swasta untuk berkolaborasi secara nasional. Kegiatan penandatanganan ini selain dihadiri oleh Rektor UNI juga dihadiri oleh WR I UNI. Sementara dari kampus IKH seluruh Ketua Lembaga dan Kaprodi terkait ( Kebidanan dan Keperawatan) turut hadir sebagai Upaya percepatan realisasi kerjasama.

Secara terpisah, bagian akademik IKH juga menyampaikan bahwa kerjasama ini menjadi penting untuk menguatkan perguruan tinggi swasta dalam kerjasama kegiatan skala nasional, IKH harus menjadi inisiator event-event tingkat nasional yang nantinya akan diikuti oleh semua relasi perguruant tinggi IKH yang berasal dari luar Sumatera Utara, imbuh Aida Fitria pada kesempatan terpisah.Kegiatan akhirnya ditutup dengan foto bersama di koridor Institut Kesehatan Helvetia.

Realisasi kerjasama menjadi sangat penting mengingat bahwa perkembangan saat ini hanya bisa dijalankan dengan cara bermitra. Namun, IKH tidak ingin hanya terjebak pada ceremonial penandatanganan saja,melainkan harus terealisasikan dalam kegiatan-kegiatan yang relevan dan mendukung masing-masing pihak pada waktu berikutnya.(R.Go)

#SalamSinergi

Kerjasama
PENANDATANGANAN DOKUMEN KERJASAMA (MOU & MOA) INSTITUT KESEHATAN HELVETIA DENGAN UNIVERSITAS NAGOYA INDONESIA

Pada tangal 16 Juni 2023 telah dilaksanakan penandatanganan dokumen kerjasama antara Institut Kesehatan Helvetia (IKH) dengan Universitas Nagoya Indonesia (UNI). Acara berlangsung di kampus Institut Kesehatan Helvetia yang dihadiri langsung oleh kedua Rektor dan dosen dari masing-masing perguruan tinggi.

Rektor Institut Kesehatan Helvetia Dr.H.Ismail Efendy, M.Si menyambut langsung Tim dari Universitas Nagoya Indonesia, dalam sambutannya rektor menjelaskan sejarah berdirinya kampus IKH dari awal sampai saat ini dengan segala dinamika positifnya. “Perguruan tinggi saat ini tidak bisa berdiri sendiri untuk maju, harus berkolaborasi dengan pihak lain termasuk perguruan tinggi lain dan saling melengkapi”, tegas Rektor IKH.

Rektor Universitas Nagoya Indonesia Dr. Susi Marni, SE, MM melanjutkan sambutan setelah Rektor IKH. “Sebagai perguruan tinggi baru yang merupakan gabungan dari 3 perguruan tinggi yang ada di Batam, UNI merasa senang disambut secara baik di IKH, UNI butuh banyak belajar dari IKH yang membangun perguruan tinggi dari yang kecil sampai bisa besar seperti ini” imbuh Rektor UNI dalam sambutannya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara masing-masing Rektor, kemudian upaya realisasi juga digagas langsung dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MOA) antara Rektor UNI dengan Dekan Fakultas farmasi dan Kesehatan Apt. Darwin Syamsul, M.Si terkait implementasi tridharma perguruan tinggi. Setelah itu forum dilanjutkan dengan diskusi santai dan hangat terkait rencana-rencana realisasi kerjasama diantaranya implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka, kerjasama pengembangan Prodi Profesi yang akan didampingi oleh IKH pada waktu berikutnya.

Kerjasama ini dibantu inisiasinya oleh Ketua ABPPTSI ( Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) Sumut Dr. Bahdin Nur Tanjung, SE, M.M dan pengurus harian ABPPTSI Sumut. Tentu hal ini menjadi sinyalemen penguatan perguruan tinggi swasta untuk berkolaborasi secara nasional. Kegiatan penandatanganan ini selain dihadiri oleh Rektor UNI juga dihadiri oleh WR I UNI. Sementara dari kampus IKH seluruh Ketua Lembaga dan Kaprodi terkait ( Kebidanan dan Keperawatan) turut hadir sebagai Upaya percepatan realisasi kerjasama.

Secara terpisah, bagian akademik IKH juga menyampaikan bahwa kerjasama ini menjadi penting untuk menguatkan perguruan tinggi swasta dalam kerjasama kegiatan skala nasional, IKH harus menjadi inisiator event-event tingkat nasional yang nantinya akan diikuti oleh semua relasi perguruant tinggi IKH yang berasal dari luar Sumatera Utara, imbuh Aida Fitria pada kesempatan terpisah.Kegiatan akhirnya ditutup dengan foto bersama di koridor Institut Kesehatan Helvetia.

Realisasi kerjasama menjadi sangat penting mengingat bahwa perkembangan saat ini hanya bisa dijalankan dengan cara bermitra. Namun, IKH tidak ingin hanya terjebak pada ceremonial penandatanganan saja,melainkan harus terealisasikan dalam kegiatan-kegiatan yang relevan dan mendukung masing-masing pihak pada waktu berikutnya.(R.Go)

#SalamSinergi

FKM Institut Kesehatan Helvetia Dukung Peningkatan WBP Rutan Perempuan Kelas II A Medan

Fakultas Kesehatan Masyarakat diwakili Ketua Proram Studi S1 Psikologi Miskah Afriani, M.Psi menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (MOA) antara FKM Institut Kesehatan Helvetia dengan Rutan Perempuan Kelas II A Medan. Fokus kerjasama yakni mengoptimalkan peran kampus melalui Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dalam membantu pembinaan Warga Binaan Rutan Kelas II A Medan

Pada kesempatan tersebut, Perjanjian Kerjasama ditandatangangi langsung oleh Kepala Rutan Ema Puspita, Bc.IP, S.Pd, MH, dihadiri oleh staf Rutan Kelas II A Medan. Sementara dari Institut Kesehatan Helvetia Dekan FKM diwakili oleh Ketua Proram Studi S1 Psikologi, Asrul, M.Pd, dan Rudi Purwana,M.Pd dari Lembaga Pengembangan Inovasi Kerjasama dan Inkubasi (LPIKI) IKH.

Kerjasama ini merupakan salah satu realisasi Nota Kesepahaman (MoU) antara Institut Kesehatan Helvetia dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara Nomor: 115/PKS/RKTR/IKH/IX/2022 dan Nomor: W.2-HH.04.04-25022 tanggal 22 September 2022. Kedepan Prodi Psikologi akan melaksanakan pengabdian masyarakat khusus bagi Warga Binaan Rutan yang relevan dengan permasalahan rutan dan kompetensi dari keilmuan di IKH. Sementara bagi prodi lain terbuka kesempatan besar untuk berkolaborasi dengan Rutan dalam mengimplemtasikan tridharma perguruan tinggi.

Kerjasama
FKM Institut Kesehatan Helvetia Dukung Peningkatan WBP Rutan Perempuan Kelas II A Medan

Fakultas Kesehatan Masyarakat diwakili Ketua Proram Studi S1 Psikologi Miskah Afriani, M.Psi menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (MOA) antara FKM Institut Kesehatan Helvetia dengan Rutan Perempuan Kelas II A Medan. Fokus kerjasama yakni mengoptimalkan peran kampus melalui Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dalam membantu pembinaan Warga Binaan Rutan Kelas II A Medan

Pada kesempatan tersebut, Perjanjian Kerjasama ditandatangangi langsung oleh Kepala Rutan Ema Puspita, Bc.IP, S.Pd, MH, dihadiri oleh staf Rutan Kelas II A Medan. Sementara dari Institut Kesehatan Helvetia Dekan FKM diwakili oleh Ketua Proram Studi S1 Psikologi, Asrul, M.Pd, dan Rudi Purwana,M.Pd dari Lembaga Pengembangan Inovasi Kerjasama dan Inkubasi (LPIKI) IKH.

Kerjasama ini merupakan salah satu realisasi Nota Kesepahaman (MoU) antara Institut Kesehatan Helvetia dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara Nomor: 115/PKS/RKTR/IKH/IX/2022 dan Nomor: W.2-HH.04.04-25022 tanggal 22 September 2022. Kedepan Prodi Psikologi akan melaksanakan pengabdian masyarakat khusus bagi Warga Binaan Rutan yang relevan dengan permasalahan rutan dan kompetensi dari keilmuan di IKH. Sementara bagi prodi lain terbuka kesempatan besar untuk berkolaborasi dengan Rutan dalam mengimplemtasikan tridharma perguruan tinggi.

REALISASI KERJASAMA INTERNASIONAL INSTITUT KESEHATAN HELVETIA










Medan, 16 Mei 2023 Institut Kesehatan Helvetia (IKH) kembali menapakkan jalan menuju “Go Internasional” melalui Seminar Internasional bertajuk “The Multidisciplinary Team (MDT) Approach and Quality of Care”. Kegiatan berlangsung meriah di Gedung Selecta menghadirkan setidaknya 7 narasumber yang berasal dari Amerika Serikat, Inggris, Malaysia, Indonesia dan Turki. Seminar ini merupakan salah satu bentuk realisasi kerjasama Institut Kesehatan Helvetia dengan Universiti Sains Malaysia dan Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini diikuti oleh 750 peserta yang hadir secara langsung dan 500 peserta yang juga turut aktif melalui media internet (dalam jaringan). Seminar internasional ini disajikan menggunakan bahasa Inggris sebagai bagian dari upaya IKH untuk akrab dengan proses internasionalisasi. Seminar internasional ini merajut berbagai topik kesehatan yang menjadi isu sentral di Indonesia. Topik-topik yang disajikan berkaitan dengan Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Farmasi, Gizi dan Psikologi kesehatan.

Opening Spech disampaikan langsung oleh Rektor Institut Kesehatan Helvetia Dr.H.Ismail Efendy, M.Si, “Topik-topik yang disajikan sebaiknya menjadi bahan kajian awal bagi dosen untuk penelitian, bagi mahasiswa yang dikembangkan menjadi judul skripsi/tesis nya pada waktu berikutnya. Seluruh Civitas akademika juga harus berperan aktif dalam upaya menyelesaikan masalah kesehatan masyrakat yang saat ini sedang terjadi di Indonesia. Sinergi selutuh profesi kesehatan dapat mempermudah menyelesaikan permasalahan yang terjadi” sambutan Rektor dalam mengawali Seminar Internasional ini.

Seminar Internasional ini dibagi atas 2 Sesi, yakni Sesi 1 (Jam 09.45 s.d 12.30 WIB) dan Sesi 2 (Jam 13.30 s.d 16.30 WIB). Sesi pertama terdiri atas 3 Narasumber yang berasal dari Malaysia, Turki dan Indonesia.

  1. Narasumber 1 : Yeliz ÇAKIR-KOÇAK, Asst. Prof. Dr., MSc, PhD (Depart. Of Midwifery-faculty of Health Science Bartin University menyajikan materi secara daring dengan topik “WHY DOES PRE-PERINATAL AND POSTPARTUM MASSAGES IMPORTANT”.
  2. Narasumber 2 : Asst. Prof. Dr. Hasni Bin Arsad (Deputy Director Research and Networking Advanced Medical and Dental Institute Universiti Sains Malaysia) menyajikan topik secara daring dengan topik” ANTI AGING USING HERBAL PLANT APPROACH”.
  3. Narasumber 3 : Apt. Darwin Syamsul, M.Si ( Dekan Fakultas Farmasi dan Kesehatan) menyajikan topik secara luring tentang ” SAFETY HERBAL MEDICINE FOR MODERN COMUNITY”

Sesi 1 di pandu oleh Bd. Nuriah Arma yang memandu sesi 1 secara optimal. Sesi 1 berjalan secara optimal dimana peserta yang hadir secara daring dan luring memberikan respon melalui pertanyaan -pertanyaan (baik bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia) yang menstimulus narasumber untuk menyajikan informasi yang lebih mendalam. Sesi 1 ditutup Narasumber dengan sebuah kutipan “Show me a drug with no side effects and I’ll show you a drug with no actions”.

Sesi 2 terdiri atas 4 Narasumber yang berasal dari Malaysia, Amerika Serikat, Inggris dan Indonesia. Sesi 2 dipandu oleh Dosen Ilmu Gizi Institut Kesehatan Masyarakat Wanda Lestari, STP., M.Gizi, beliau menghantarkan sesi 2 secara apik dan tidak membosankan.

  1. Narasumber 1 : Marta Casbeer MSW, LISW-CP (Amerika Serikat) Narasumber menyajikan Topik : Domestic violence-Interdisciplinary Collaboration secara langsung di lokasi seminar, Narasumber banyak menyajikan pengalaman praktis beliau di lapangan yang relavan dengan topik kesehatan jiwa.
  2. Narasumber ke 2 : Dr. Yuzana Binti Mohd Yusop (Faculty of Medicine, Universiti Sultan Zainal Abidin, Terengganu, Malaysia. Topik yang disampaikan yakni “Understanding Mental Wellness”, materi disajikan secara daring .
  3. Narasumber berikutnya adalah Prof. Martin Dempster [Centre for Improving Health-Related Quality of Life (CIHRQoL) Queen’s University Belfast] Topik yang disampaikan ” Measuring Health-Related Quality of Life”. Narasumber manyajikan topik secara daring.

Narasumber terakhir adalah Prof. Dr. Umar Zein ( Universitas Islam Sumatera Utara) Topik yang disampaikan yakni “The New Concept Of Hospital” Narasumber dan Peserta tidak kalah antusiasnya dengan Sesi 1 dimana peserta dapat bertanya dan mendapat tanggapan langsung dari praktisi yang menyajikan topik pada hari ini. (RGo)

Kerjasama
REALISASI KERJASAMA INTERNASIONAL INSTITUT KESEHATAN HELVETIA










Medan, 16 Mei 2023 Institut Kesehatan Helvetia (IKH) kembali menapakkan jalan menuju “Go Internasional” melalui Seminar Internasional bertajuk “The Multidisciplinary Team (MDT) Approach and Quality of Care”. Kegiatan berlangsung meriah di Gedung Selecta menghadirkan setidaknya 7 narasumber yang berasal dari Amerika Serikat, Inggris, Malaysia, Indonesia dan Turki. Seminar ini merupakan salah satu bentuk realisasi kerjasama Institut Kesehatan Helvetia dengan Universiti Sains Malaysia dan Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini diikuti oleh 750 peserta yang hadir secara langsung dan 500 peserta yang juga turut aktif melalui media internet (dalam jaringan). Seminar internasional ini disajikan menggunakan bahasa Inggris sebagai bagian dari upaya IKH untuk akrab dengan proses internasionalisasi. Seminar internasional ini merajut berbagai topik kesehatan yang menjadi isu sentral di Indonesia. Topik-topik yang disajikan berkaitan dengan Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Farmasi, Gizi dan Psikologi kesehatan.

Opening Spech disampaikan langsung oleh Rektor Institut Kesehatan Helvetia Dr.H.Ismail Efendy, M.Si, “Topik-topik yang disajikan sebaiknya menjadi bahan kajian awal bagi dosen untuk penelitian, bagi mahasiswa yang dikembangkan menjadi judul skripsi/tesis nya pada waktu berikutnya. Seluruh Civitas akademika juga harus berperan aktif dalam upaya menyelesaikan masalah kesehatan masyrakat yang saat ini sedang terjadi di Indonesia. Sinergi selutuh profesi kesehatan dapat mempermudah menyelesaikan permasalahan yang terjadi” sambutan Rektor dalam mengawali Seminar Internasional ini.

Seminar Internasional ini dibagi atas 2 Sesi, yakni Sesi 1 (Jam 09.45 s.d 12.30 WIB) dan Sesi 2 (Jam 13.30 s.d 16.30 WIB). Sesi pertama terdiri atas 3 Narasumber yang berasal dari Malaysia, Turki dan Indonesia.

  1. Narasumber 1 : Yeliz ÇAKIR-KOÇAK, Asst. Prof. Dr., MSc, PhD (Depart. Of Midwifery-faculty of Health Science Bartin University menyajikan materi secara daring dengan topik “WHY DOES PRE-PERINATAL AND POSTPARTUM MASSAGES IMPORTANT”.
  2. Narasumber 2 : Asst. Prof. Dr. Hasni Bin Arsad (Deputy Director Research and Networking Advanced Medical and Dental Institute Universiti Sains Malaysia) menyajikan topik secara daring dengan topik” ANTI AGING USING HERBAL PLANT APPROACH”.
  3. Narasumber 3 : Apt. Darwin Syamsul, M.Si ( Dekan Fakultas Farmasi dan Kesehatan) menyajikan topik secara luring tentang ” SAFETY HERBAL MEDICINE FOR MODERN COMUNITY”

Sesi 1 di pandu oleh Bd. Nuriah Arma yang memandu sesi 1 secara optimal. Sesi 1 berjalan secara optimal dimana peserta yang hadir secara daring dan luring memberikan respon melalui pertanyaan -pertanyaan (baik bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia) yang menstimulus narasumber untuk menyajikan informasi yang lebih mendalam. Sesi 1 ditutup Narasumber dengan sebuah kutipan “Show me a drug with no side effects and I’ll show you a drug with no actions”.

Sesi 2 terdiri atas 4 Narasumber yang berasal dari Malaysia, Amerika Serikat, Inggris dan Indonesia. Sesi 2 dipandu oleh Dosen Ilmu Gizi Institut Kesehatan Masyarakat Wanda Lestari, STP., M.Gizi, beliau menghantarkan sesi 2 secara apik dan tidak membosankan.

  1. Narasumber 1 : Marta Casbeer MSW, LISW-CP (Amerika Serikat) Narasumber menyajikan Topik : Domestic violence-Interdisciplinary Collaboration secara langsung di lokasi seminar, Narasumber banyak menyajikan pengalaman praktis beliau di lapangan yang relavan dengan topik kesehatan jiwa.
  2. Narasumber ke 2 : Dr. Yuzana Binti Mohd Yusop (Faculty of Medicine, Universiti Sultan Zainal Abidin, Terengganu, Malaysia. Topik yang disampaikan yakni “Understanding Mental Wellness”, materi disajikan secara daring .
  3. Narasumber berikutnya adalah Prof. Martin Dempster [Centre for Improving Health-Related Quality of Life (CIHRQoL) Queen’s University Belfast] Topik yang disampaikan ” Measuring Health-Related Quality of Life”. Narasumber manyajikan topik secara daring.

Narasumber terakhir adalah Prof. Dr. Umar Zein ( Universitas Islam Sumatera Utara) Topik yang disampaikan yakni “The New Concept Of Hospital” Narasumber dan Peserta tidak kalah antusiasnya dengan Sesi 1 dimana peserta dapat bertanya dan mendapat tanggapan langsung dari praktisi yang menyajikan topik pada hari ini. (RGo)

Praktik Belajar Lapangan (PBL) Tematik Stunting di Serdang Bedagai Selesai dilaksanakan Mahasiswa FKM Institut Kesehatan Helvetia (IKH)

Jumat, 17 Maret 2023, Fakultas Kesehatan Masyarakat melaksanakan seremonial penutupan PBL Tematik stunting di Serdang Begai Tahun 2023. Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Sei Buluh Kecamatan Teluk Mengkudu Serdang Bedagai. Perhelatan ini sekaligus membuka peluang kerjasama pengembangan tridharma di Kecamatan Teluk Mengkudu yang baru pertama kali bekerjasama dengan perguruan tinggi Kesehatan di Sumatera Utara.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sei Buluh, perwakilan desa Pematang Setrak Pemerintahan Desa (Pemdes), Tokoh masyarakat, Karang Taruna, Bidan Desa (Bindes), Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Sementara itu perwakilan IKH diwakili oleh dekan FKM, Kepala Prodi IKM dan Gizi, serta dosen di lingkungan FKM IKH.

Dalam sambutannya kepala Desa Sei Buluh, Bapak Subandi memberikan apresiasi positif atas pelaksanaan PBL di desa ini, sebab “baru pertama ini perguruan tinggi Kesehatan masuk ke wilayah kami mengabdi di masyarakat, kami membuka diri untuk memberi kesempatan pada mahasiswa dan dosen yang ingin berinteraksi di masyarakat melalui program kampusnya” imbuh Kepala Desa.

Sementara itu Sambutan IKH disampaikan oleh Dekan FKM IKH Dr. Asriwati, S.Kep., Ns., M.Kes. Dalam sambutannya dekan meyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepala desa serta dukungan Kepala Dusun yang memberi kesempatan belajar anak-anak FKM IKH di desa. “PBL mengajarkan anak-anak untuk dapat melihat realitas kehidupan kesehatan sehingga membuka empati mahasiswa dan menerapkan ilmunya di masyrakat” imbuh Dekan.

Kegiatan PBL tahun 2023 ini berlangsung di 2 Desa yang ada di Kecamatan Teluk Mengkudu yakni Desa Sei Buluh dan Desa Pematang Sertak. Mahasiswa diturunkan untuk berada di masyarakat selama hampir 4 minggu didampingi Pembimbing Lapangan yang sudah ditentukan. Pada tahap awal mahasiswa sudah mengumpulkan data secara langsung di semua dusun, kemudian dianalisis untuk menjadi bahan rembuk bersama masyarakat. Hasil rembuk tersebut adalah kegiatan intervensi Kesehatan jangka pendek yang dapat dilaksanakan secara kolektif  bersama masyarakat secara swadaya.

Hasil intervensi masyarakat cukup beragam dan mengintegrasikan intervensi dengan kegiatan promotif dalam rangka pencegahan stunting. Berbagai produk olahan pangan gizi berbasis bahan local yang merupakan kemampuan  mahasiswa gizi dihasilkan bersama masyarakat, tentunya relevan dalam pemenuhan gizi yang dapat mencegah stunting, mahasiswa psikologi terlibat dalam upaya konsultasi pada tingkat remaja dan lansia, mahasiswa kesehatan masyarakat berkontribusi dalam melakukan penyuluhan dan upaya advokasi kesehatan lainnya.

Kerjasama
Praktik Belajar Lapangan (PBL) Tematik Stunting di Serdang Bedagai Selesai dilaksanakan Mahasiswa FKM Institut Kesehatan Helvetia (IKH)

Jumat, 17 Maret 2023, Fakultas Kesehatan Masyarakat melaksanakan seremonial penutupan PBL Tematik stunting di Serdang Begai Tahun 2023. Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Sei Buluh Kecamatan Teluk Mengkudu Serdang Bedagai. Perhelatan ini sekaligus membuka peluang kerjasama pengembangan tridharma di Kecamatan Teluk Mengkudu yang baru pertama kali bekerjasama dengan perguruan tinggi Kesehatan di Sumatera Utara.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sei Buluh, perwakilan desa Pematang Setrak Pemerintahan Desa (Pemdes), Tokoh masyarakat, Karang Taruna, Bidan Desa (Bindes), Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Sementara itu perwakilan IKH diwakili oleh dekan FKM, Kepala Prodi IKM dan Gizi, serta dosen di lingkungan FKM IKH.

Dalam sambutannya kepala Desa Sei Buluh, Bapak Subandi memberikan apresiasi positif atas pelaksanaan PBL di desa ini, sebab “baru pertama ini perguruan tinggi Kesehatan masuk ke wilayah kami mengabdi di masyarakat, kami membuka diri untuk memberi kesempatan pada mahasiswa dan dosen yang ingin berinteraksi di masyarakat melalui program kampusnya” imbuh Kepala Desa.

Sementara itu Sambutan IKH disampaikan oleh Dekan FKM IKH Dr. Asriwati, S.Kep., Ns., M.Kes. Dalam sambutannya dekan meyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepala desa serta dukungan Kepala Dusun yang memberi kesempatan belajar anak-anak FKM IKH di desa. “PBL mengajarkan anak-anak untuk dapat melihat realitas kehidupan kesehatan sehingga membuka empati mahasiswa dan menerapkan ilmunya di masyrakat” imbuh Dekan.

Kegiatan PBL tahun 2023 ini berlangsung di 2 Desa yang ada di Kecamatan Teluk Mengkudu yakni Desa Sei Buluh dan Desa Pematang Sertak. Mahasiswa diturunkan untuk berada di masyarakat selama hampir 4 minggu didampingi Pembimbing Lapangan yang sudah ditentukan. Pada tahap awal mahasiswa sudah mengumpulkan data secara langsung di semua dusun, kemudian dianalisis untuk menjadi bahan rembuk bersama masyarakat. Hasil rembuk tersebut adalah kegiatan intervensi Kesehatan jangka pendek yang dapat dilaksanakan secara kolektif  bersama masyarakat secara swadaya.

Hasil intervensi masyarakat cukup beragam dan mengintegrasikan intervensi dengan kegiatan promotif dalam rangka pencegahan stunting. Berbagai produk olahan pangan gizi berbasis bahan local yang merupakan kemampuan  mahasiswa gizi dihasilkan bersama masyarakat, tentunya relevan dalam pemenuhan gizi yang dapat mencegah stunting, mahasiswa psikologi terlibat dalam upaya konsultasi pada tingkat remaja dan lansia, mahasiswa kesehatan masyarakat berkontribusi dalam melakukan penyuluhan dan upaya advokasi kesehatan lainnya.

BUKU 2 : MUTU PELAYANAN KEBIDANAN DAN KEBIJAKAN KESEHATAN

Judul Buku : Mutu Pelayanan Kebidanan dan Kebijakan Kesehatan, Penulis : Jitasari Tarigan Sibero, Syahroni Damanik

Judul : Mutu Pelayanan Kebidanan dan Kebijakan Kesehatan

Penulis : Jitasari Tarigan Sibero, Syahroni Damanik

Penerbit : IKH Press

Jumlah Halaman : 180

ISBN : Masih Proses

Ukuran/ Harga : 21 x 29,7 cm /

Hubungi Narahubung IKH Press untuk informasi pemesanan (081264131193/Rahmadi)


SINOPSIS

Kebidanan adalah salah satu bidang kesehatan yang sangat penting dalam sistem kesehatan di Indonesia. Mutu pelayanan kebidanan yang baik sangat penting untuk memastikan kesehatan ibu dan bayi. Selain itu, kebijakan kesehatan yang baik juga diperlukan untuk memastikan bahwa pelayanan kebidanan dapat diakses oleh semua orang di Indonesia. Buku ajar ini membahas tentang mutu pelayanan kebidanan dan kebijakan kesehatan di Indonesia. Buku ini dirancang untuk membantu para praktisi, akademisi, dan mahasiswa di bidang kebidanan dan kesehatan untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang topik ini.

Buku ajar ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang mutu pelayanan kebidanan dan kebijakan kesehatan di Indonesia. Buku ini membahas berbagai aspek yang terkait dengan bidang kebidanan, termasuk pelayanan prenatal, persalinan, nifas, dan neonatal, serta kebijakan kesehatan yang berkaitan dengan kebidanan. Buku ini juga membahas faktor-faktor yang mempengaruhi mutu pelayanan kebidanan dan strategi untuk meningkatkan mutu pelayanan kebidanan. Para praktisi, akademisi, dan mahasiswa di bidang kebidanan dan kesehatan akan memperoleh manfaat dari buku ini, karena buku ini menyajikan informasi terbaru dan relevan tentang topik ini dan dapat digunakan sebagai referensi atau panduan dalam praktik klinis atau akademis.

ISBN
BUKU 2 : MUTU PELAYANAN KEBIDANAN DAN KEBIJAKAN KESEHATAN

Judul Buku : Mutu Pelayanan Kebidanan dan Kebijakan Kesehatan, Penulis : Jitasari Tarigan Sibero, Syahroni Damanik

Judul : Mutu Pelayanan Kebidanan dan Kebijakan Kesehatan

Penulis : Jitasari Tarigan Sibero, Syahroni Damanik

Penerbit : IKH Press

Jumlah Halaman : 180

ISBN : Masih Proses

Ukuran/ Harga : 21 x 29,7 cm /

Hubungi Narahubung IKH Press untuk informasi pemesanan (081264131193/Rahmadi)


SINOPSIS

Kebidanan adalah salah satu bidang kesehatan yang sangat penting dalam sistem kesehatan di Indonesia. Mutu pelayanan kebidanan yang baik sangat penting untuk memastikan kesehatan ibu dan bayi. Selain itu, kebijakan kesehatan yang baik juga diperlukan untuk memastikan bahwa pelayanan kebidanan dapat diakses oleh semua orang di Indonesia. Buku ajar ini membahas tentang mutu pelayanan kebidanan dan kebijakan kesehatan di Indonesia. Buku ini dirancang untuk membantu para praktisi, akademisi, dan mahasiswa di bidang kebidanan dan kesehatan untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang topik ini.

Buku ajar ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang mutu pelayanan kebidanan dan kebijakan kesehatan di Indonesia. Buku ini membahas berbagai aspek yang terkait dengan bidang kebidanan, termasuk pelayanan prenatal, persalinan, nifas, dan neonatal, serta kebijakan kesehatan yang berkaitan dengan kebidanan. Buku ini juga membahas faktor-faktor yang mempengaruhi mutu pelayanan kebidanan dan strategi untuk meningkatkan mutu pelayanan kebidanan. Para praktisi, akademisi, dan mahasiswa di bidang kebidanan dan kesehatan akan memperoleh manfaat dari buku ini, karena buku ini menyajikan informasi terbaru dan relevan tentang topik ini dan dapat digunakan sebagai referensi atau panduan dalam praktik klinis atau akademis.

Aplikasi Deteksi Dini Stunting


InventorRoni Gunawan
Program StudiS1-Kesehatan Masyarakat
Tim DosenDr.dr.Arifah Devi F, M.Kes
Dian Maya Sari Siregar, SKM, M.Kes
Asrul, S.Pdi, M.Pd
Jenis ProdukTeknologi Informasi Komunikasi Kesehatan
Keunggulan ProdukAplikasi ini dikembangkan bekerjasama dengan mitra yang merupakan perusahaan pengembang TIK. Aplikasi ini dibuat menyesuaikan dengan kebutuhan kader posyandu dan stakeholder kesehatan terkait. Melalui aplikasi ini kader mampu mendeteksi secara dini status gizi balita, sehingga sejak dini sudah mampu memantau perkembangan balita yang menuju stunting.
Program PendukungMatching Fund Kedaireka Tahun 2022
MitraPT. Metromatika Teknologi Rekayasa
Dinas Kominfo Medan
Check out this Apps

Stunting masih menjadi masalah di Indonesia saat ini. Guna menuntaskan maslalah tersebut pemerintah menetapkan 5 pilar pengentasan stunting, salah satunya adalah pemantauan dan evaluasi. Untuk melaksanakan hal ini dibutuhkan upaya intensif melalui pemberdayaan masyarakat.
Salah satu kelompok swadaya masyarakat yang sudah bertahan sejak dulu adalah Posyandu, Posyandu melalui kadernya dapat menjadi agen dalam setiap program pemerintah yang berlangsung sejak dulu, masyarakat juga akrab dengan kader Posyandu. Oleh karena itu menguatkan kader Posyandu dalam mendukung pilar pemantauan dan evaluasi menjadi salah satu strategi yang dikembangkan dalam program ini. Untuk memperkuat upaya tersebut dibuatkah aplikasi deteksi dini yang dapat digunakan secara praktis bagi kader.

Aplikasi ini menjawab kebutuhan kader posyandu dalam mendukung pilar pemantauan dan evaluasi. Aplikasi berbasis android yang digunakan sehari-sehari sehingga mudah menginput data balita di wilayahnya, lalu data yang masuk akan mudah di deteksi dan dievaluasi setiap saat. Aplikasi khusus dibuat untuk memantau dan engevaluasi gizi balita penting, karena itu didesain khusus agar kader mudah menggunakannya hal ini menjadi penting karena pemantauan yang intensif jadi kunci mengatasi stunting.

Pada tahap lanjut aplikasi ini dikembangkan bersama mitra dan stakeholder terkait untuk diterapkan secara massif pada Posyandu yang ada di Kota Medan

Produk Inovasi
Aplikasi Deteksi Dini Stunting


InventorRoni Gunawan
Program StudiS1-Kesehatan Masyarakat
Tim DosenDr.dr.Arifah Devi F, M.Kes
Dian Maya Sari Siregar, SKM, M.Kes
Asrul, S.Pdi, M.Pd
Jenis ProdukTeknologi Informasi Komunikasi Kesehatan
Keunggulan ProdukAplikasi ini dikembangkan bekerjasama dengan mitra yang merupakan perusahaan pengembang TIK. Aplikasi ini dibuat menyesuaikan dengan kebutuhan kader posyandu dan stakeholder kesehatan terkait. Melalui aplikasi ini kader mampu mendeteksi secara dini status gizi balita, sehingga sejak dini sudah mampu memantau perkembangan balita yang menuju stunting.
Program PendukungMatching Fund Kedaireka Tahun 2022
MitraPT. Metromatika Teknologi Rekayasa
Dinas Kominfo Medan
Check out this Apps

Stunting masih menjadi masalah di Indonesia saat ini. Guna menuntaskan maslalah tersebut pemerintah menetapkan 5 pilar pengentasan stunting, salah satunya adalah pemantauan dan evaluasi. Untuk melaksanakan hal ini dibutuhkan upaya intensif melalui pemberdayaan masyarakat.
Salah satu kelompok swadaya masyarakat yang sudah bertahan sejak dulu adalah Posyandu, Posyandu melalui kadernya dapat menjadi agen dalam setiap program pemerintah yang berlangsung sejak dulu, masyarakat juga akrab dengan kader Posyandu. Oleh karena itu menguatkan kader Posyandu dalam mendukung pilar pemantauan dan evaluasi menjadi salah satu strategi yang dikembangkan dalam program ini. Untuk memperkuat upaya tersebut dibuatkah aplikasi deteksi dini yang dapat digunakan secara praktis bagi kader.

Aplikasi ini menjawab kebutuhan kader posyandu dalam mendukung pilar pemantauan dan evaluasi. Aplikasi berbasis android yang digunakan sehari-sehari sehingga mudah menginput data balita di wilayahnya, lalu data yang masuk akan mudah di deteksi dan dievaluasi setiap saat. Aplikasi khusus dibuat untuk memantau dan engevaluasi gizi balita penting, karena itu didesain khusus agar kader mudah menggunakannya hal ini menjadi penting karena pemantauan yang intensif jadi kunci mengatasi stunting.

Pada tahap lanjut aplikasi ini dikembangkan bersama mitra dan stakeholder terkait untuk diterapkan secara massif pada Posyandu yang ada di Kota Medan

Kue Bawang Daun Katuk


InventorPutri Indah Sari, Misbah
Program StudiKebindanan
Dosen PendampingYulida Effendi Nasution, S.K.M., M.Kes
Jenis ProdukPangan & Kesehatan
Keunggulan ProdukSalah satu ciri khas dari kue bawang ini adalah berbahan dasar udang kecepe dan menjadi pembeda dalam pembuatan kue bawang dari biasanya membuat rasanya semakin gurih dan ditambahkan dengan bumbu-bumbu khas yang membuat inovasi rasa baru dalam produk ini dan sudah tercipta inovasi baru untuk kelompok berkebutuhan khusus seperti ibu menyusui dengan penambahan bahan alami seperti daun katuk sebagai booster ASI
Program PendukungProgram Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2022
MitraReseller

Camilan adalah makanan dalam porsi kecil yang dimakan di antara dua waktu makan, Cemilan yang tersedia di pasaran saat ini memang sudah beragam tapi umumnya makanan tersebut bukanlah makanan khas Indonesia dan khususnya kota medan. Salah satu makanan yang cukup sederhana tetapi sangat cocok menjadi makanan untuk dikonsumsi tiap hari dan sekaligus makanan yang cukup istimewa karena dibuat dengan bumbu dan rempah khusus yaitu ‘kue bawang udang kecepe/ebi”.

Dengan pembuatan yang dilakukan secara sederhana dan dengan bahan serta alat yang yangn mudah didapat tetapi lebih higienis akan dijual dengan harga yang sangat terjangkau maka tentunya hal ini akan menarik minat masyarakat untuk membelinya.

Saat ini Pisladycooking sebagai Entitas usaha yang mengelola produk ini mengambil beberapa pasar potensial dimana diantaranya yaitu: Wanita karir yang membutuhkan cemilan sehat dan enak untuk keluarga
Remaja usia sekolah yang membutuhkan cemilan sehat untuk berkumpul dengan teman Dan kelompok ibu menyusui karena salah satu produk dari Pisladycooking yang memiliki rasa daun katuk dengan harapan dapat meningkatkan Asi pada ibu menyusui



Produk Inovasi
Kue Bawang Daun Katuk


InventorPutri Indah Sari, Misbah
Program StudiKebindanan
Dosen PendampingYulida Effendi Nasution, S.K.M., M.Kes
Jenis ProdukPangan & Kesehatan
Keunggulan ProdukSalah satu ciri khas dari kue bawang ini adalah berbahan dasar udang kecepe dan menjadi pembeda dalam pembuatan kue bawang dari biasanya membuat rasanya semakin gurih dan ditambahkan dengan bumbu-bumbu khas yang membuat inovasi rasa baru dalam produk ini dan sudah tercipta inovasi baru untuk kelompok berkebutuhan khusus seperti ibu menyusui dengan penambahan bahan alami seperti daun katuk sebagai booster ASI
Program PendukungProgram Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2022
MitraReseller

Camilan adalah makanan dalam porsi kecil yang dimakan di antara dua waktu makan, Cemilan yang tersedia di pasaran saat ini memang sudah beragam tapi umumnya makanan tersebut bukanlah makanan khas Indonesia dan khususnya kota medan. Salah satu makanan yang cukup sederhana tetapi sangat cocok menjadi makanan untuk dikonsumsi tiap hari dan sekaligus makanan yang cukup istimewa karena dibuat dengan bumbu dan rempah khusus yaitu ‘kue bawang udang kecepe/ebi”.

Dengan pembuatan yang dilakukan secara sederhana dan dengan bahan serta alat yang yangn mudah didapat tetapi lebih higienis akan dijual dengan harga yang sangat terjangkau maka tentunya hal ini akan menarik minat masyarakat untuk membelinya.

Saat ini Pisladycooking sebagai Entitas usaha yang mengelola produk ini mengambil beberapa pasar potensial dimana diantaranya yaitu: Wanita karir yang membutuhkan cemilan sehat dan enak untuk keluarga
Remaja usia sekolah yang membutuhkan cemilan sehat untuk berkumpul dengan teman Dan kelompok ibu menyusui karena salah satu produk dari Pisladycooking yang memiliki rasa daun katuk dengan harapan dapat meningkatkan Asi pada ibu menyusui



Saus Andaliman “URALICIOUS”


InventorUlan Dari & Rara
Program StudiIlmu Kesehatan Masyarakat
Dosen PendampingAni Kaban
Jenis ProdukPangan & Kesehatan
Keunggulan ProdukProduk dibuat dari bahan dasar yang melimpah di Sumatera Utara ditambah dengan Rempah Khas Indigenous Sumatera Utara dalam sajian saus yang notabene jadi pendamping makan sehari-hari
Program PendukungProgram Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2022
MitraReseller

Produk ini mengombinasikan saus yang selama ini ada dengan rempah khas Sumatera Utara yakni andaliman. Bagi masyarakat Sumatra Utara, andaliman dikenal dengan ‘Merica Batak’ lantaran menjadi bumbu kunci pada masakan khas Batak Toba. Produk saus dikembangkan karena hampir semua bahan bakunya tersedia melimpah di Sumatera Utara.

Keunikan dari produk kami adalah memiliki cita rasa yang khas, yaitu ada sensasi ‘menggigit ‘ ketika saus menyentuh lidah konsumen, sehingga akan menimbulkan rasa ingin terus memakannya. Sensasi menggigit ini ditimbulkan dari buah andaliman ini. Tidak hanya itu buah andaliman ini mudah didapat dan melimpah sehingga untuk harganya sendiri relatif urah dikantong konsumen. Produk saus andaliman ini juga terbuat dari bahan cabe dan tomat yang asli, tidak dicampur dengan bahan-bahan lain yang tidak lazim untuk pembuatan saus, sehinnga kualitas produk jadi keunggulan dan rasa andaliman jadi pembeda dibandingkan saus-saus yang lainnya.

Produk Inovasi
Saus Andaliman “URALICIOUS”


InventorUlan Dari & Rara
Program StudiIlmu Kesehatan Masyarakat
Dosen PendampingAni Kaban
Jenis ProdukPangan & Kesehatan
Keunggulan ProdukProduk dibuat dari bahan dasar yang melimpah di Sumatera Utara ditambah dengan Rempah Khas Indigenous Sumatera Utara dalam sajian saus yang notabene jadi pendamping makan sehari-hari
Program PendukungProgram Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2022
MitraReseller

Produk ini mengombinasikan saus yang selama ini ada dengan rempah khas Sumatera Utara yakni andaliman. Bagi masyarakat Sumatra Utara, andaliman dikenal dengan ‘Merica Batak’ lantaran menjadi bumbu kunci pada masakan khas Batak Toba. Produk saus dikembangkan karena hampir semua bahan bakunya tersedia melimpah di Sumatera Utara.

Keunikan dari produk kami adalah memiliki cita rasa yang khas, yaitu ada sensasi ‘menggigit ‘ ketika saus menyentuh lidah konsumen, sehingga akan menimbulkan rasa ingin terus memakannya. Sensasi menggigit ini ditimbulkan dari buah andaliman ini. Tidak hanya itu buah andaliman ini mudah didapat dan melimpah sehingga untuk harganya sendiri relatif urah dikantong konsumen. Produk saus andaliman ini juga terbuat dari bahan cabe dan tomat yang asli, tidak dicampur dengan bahan-bahan lain yang tidak lazim untuk pembuatan saus, sehinnga kualitas produk jadi keunggulan dan rasa andaliman jadi pembeda dibandingkan saus-saus yang lainnya.